![]() |
| Dok. Foto pribadi |
Acara dimulai Pada pukul 20.00 WIB dengan khidmat, melalui serangkaian pembacaan amaliah khas Nahdlatul Ulama. Para pengurus dan anggota Banser yang hadir tampak larut dalam pembacaan:
1. Rotibul Haddad
2. Solawat Nariyah
3. Sholawat Tibbil Qulub
4. Hizib Alam Taro
Kegiatan spiritual ini rutin dilakukan sebagai upaya membentengi batin sekaligus memohon keberkahan bagi setiap khidmat yang dilakukan oleh para kader di wilayah Sumberwringin. Serta meneladani hikmah perjuangan para muassis jam'iyah Nahdlatul Ulama dan Gerakan Pemuda Ansor.
Usai pembacaan doa, agenda berlanjut ke pembahasan strategis mengenai kemandirian ekonomi. PAC GP Ansor Sumberwringin secara resmi mencanangkan peluncuran unit usaha berupa **Cafe dan Warung Sembako yang diberi nama "NUngkrong".T
argetnya, unit usaha ini akan di-launching pada pertengahan bulan Mei mendatang. Sahabat Junaidi, selaku Ketua PAC, menekankan pentingnya soliditas internal untuk menyukseskan program ini.
"Saya mengajak seluruh pengurus PAC dan sahabat-sahabat Banser untuk bersatu padu. Kemandirian organisasi bukan sekadar mimpi, tapi harus kita wujudkan nyata melalui unit usaha NUngkrong ini," tegas Junaidi dalam sambutannya.
Gua Rizal dan Masdidik selaku pembina PAC GP Ansor Sumberwringin, turut memberikan pandangan mendalam mengenai mekanisme teknis launching agar usaha ini berjalan profesional dan berkelanjutan. Beliau berharap unit usaha ini tidak hanya menjadi sumber pendanaan organisasi, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
"Semoga ikhtiar kemandirian ekonomi ini bisa istiqomah dan menebarkan manfaat nyata bagi kader dan umat," ujar Gus Rizal
Acara rutinan dan rapat koordinasi ekonomi ini diakhiri dengan doa bersama, menandai tekad bulat para pemuda Ansor Sumberwringin untuk berdikari secara ekonomi demi keberlangsungan dakwah organisasi Ansor serta Nahdlatul Ulama'.
Penulis: [Humas PAC GP Ansor Sumberwringin]
Editor: Redaksi Ansor Sumberwringin







0 comments:
Posting Komentar