24jam Berkhidmat

IBX5B87908F43DC2

Grand opening Bidang Usaha GP Anshor Sumberwringin

TURBA 3 MATRA PC GP Ansor bondowoso bersama peresmian usaha milik Ansor (BUMA) PAC GP Ansor Sumberwringin. Kegiatan turba yang dilakukan oleh pimpinan cabang GP Ansor bondowoso kepada tiga PAC yakni PAC GP Ansor sukosari

Banser Sumberwringin Bersinergi dengan Muspika Kawal Keberangkatan Tamu Allah

Kehadiran Banser dan sinergi bersama aparat pemerintah setempat diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi keluarga yang melepas maupun bagi jamaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Dengan pengawalan ketat ini, diharapkan prosesi keberangkatan dapat berjalan sukses tanpa kendala berarti..

Perkuat Kemandirian Ekonomi, PAC GP Ansor Sumberwringin Siap Launching "NUngkrong"

pembahasan strategis mengenai kemandirian ekonomi. PAC GP Ansor Sumberwringin secara resmi mencanangkan peluncuran unit usaha berupa **Cafe dan Warung Sembako yang diberi nama "NUngkrong".

PAC GP Ansor Sumberwringin Hadiri Panen Raya Kopi Ijen Bersama Wakil Menteri BUMN By PAC GP ANSOR SUMBERWRINGIN

Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sumberwringin menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional dengan menghadiri langsung acara Petik Kopi Ijen yang digelar di Kebun Malabar Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, .

PAC GP Ansor Sumberwringin beserta Kader Ansor Se-Bondowoso Ikut Meriahkan Inagurasi dan Pelantikan PW GP Ansor Jawa Timur di Surabaya

Suasana pelepasan penuh semangat dan optimisme. Empat armada bus besar yang mengangkut ratusan kader bergerak menuju Surabaya sekitar pukul 09.30 WIB, membawa semangat persatuan, silaturahmi, dan kekompakan antar pengurus di berbagai tingkatan..

[KOLOM] Refleksi Hari Lahir Pancasila Sebagai Introspeksi Bermasyarakat, Berorganisasi dan Bernegara

Ilustrasi Panitia Sembilan

Setiap tanggal 01 Juni bangsa Indonesia memperingati hari lahir pancasila. Pancasila sebagai Ideologi negara tidak terlepas dari rangkaian dialektika historis berupa ruh perjuangan para pahlawan didalamnya. Pancasila tidak lantas menjadi bagian sakral pembentuk kehidupan berbangsa bagi segenap warga negara. Dalam momentum kali ini, peringatan hari lahirnya pancasila ke 11 sejak di tetapkannya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016, maka secara resmi mulai tanggal 01 juni 2017 ditetapkan sebagai hari libur nasional. Tetapi, yang perlu kita refleksikan adalah bagaimana peristiwa dibalik hari lahirnya pancasila pada 01 Juni 1945 yang syarat akan perjuangan para pahlawan sebagai founding father bangsa Indonesia. Kemudian bagaimana cita-cita para pendiri bangsa yang termaktub dalam pancasila telah kita amalkan sebagai masyarakat secara individu, komunal (kelompok/organisasi)  sampai yang paling makro urusan bernegara?.

Panitia sembilan sebagai para ideolog dari terumuskannya pancasila harus menjadi tokoh yang patut diteladani dalam kehidupan kita. Berkat tokoh dari kalangan nasionalis dan agamis, pancasila akhirnya dapat mempersatukan Indonesia yang terdiri dari multi kultur, suku, ras, agama bahkan bahasa. Maka kita harus berterimakasih kepada panitia sembilan. Dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: oleh Almahdali, Humairah, et al. 2024. Panitia sembilan yaitu Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Achmad Soebardjo, A.A. Maramis, KH. Abdul Kahar Muzakir, KH. A. Wahid Hasyim, H. Agus Salim, Abikusno Tjokrosujoso yang telah memperjuangkan jiwa raga dan fikiran yang sangat visioner yang termaktub dalam pancasila.

Berbagai peristiwa penting sebelum Indonesia merdeka telah menjadikan bangsa Indonesia memiliki banyak pahlawan yang bahu membahu untuk membuat Indonesia merdeka, dengan terlepas pada belenggu konialisme dan imprealisme bangsa asing. Bangsa ini juga lahir dari perjuangan pahlawan yang kemudian sadar bahwa untuk melepas belenggu penjajahan tidak cukup melalui perjuangan individu atau perorangan melainkan perlunya kelompok atau organisasi. Maka atas semangat para pahlawan, masyarakat dan para pemuda dahulu terbentuklah berbagai organisasi yang akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Republik Indonesia tercinta ini. Organisasi seperti Budi Utomo (1908), Serekat Islam/SI (1912), Muhammadiyah (1912), Nahdlatul Ulama’ (1926) hingga Partai Nasional Indonesia (1927) dan lainnya.

Selain dari pada kesadaran masyarakat yang ingin segera lepas dari belenggu penjajahan Belanda yang tidak mungkin diraih dengan perjuangan individualistik maka terbentuklah berbagai organisasi pra kemerdekaan tersebut. Peristiwa pendudukan Jepang yang seumur jagung (1942-1945) juga memberikan peluang terstrukturnya embrio bangsa Indoensia meskipun kala itu masyarakat Indonesia berhadapan dengan cara keji Jepang dalam menjajah. Pada tanggal 1 Maret tahun 1945 dibentukklah Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang dikenal BPUPKI.

Pada sidang perdana 29 Mei – 1 Juni 1945 BPUPKI membahas mengenai pondasi negara Indonesia merdeka beberapa tokoh kemudian menuangkan gagasannya yakni Mr. Muhammad Yamin (29 Mei 1945) yang kemudian mengusulkan lima asas dasar negara: “peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.”

Prof. Dr. Soepomo (31 Mei 1945) mengumandangkan konsep negara Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan lahir dan batin, Musyawarah, Keadilan rakyat

 Ir. Soekarno (1 Juni 1945) memperkenalkan istilah “Pancasila” yang terdiri dari: kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang berkebudayaan.” Pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 inilah yang kemudian menjadi cikal bakal dikenangnya  hari lahirnya Pancasila.

Seusai sidang pertama kemudian dibentuklah panitia sembilan yang bertugas memberikan rumusan rancangan dasar negara. Lalu pada tanggal 22 Juni 1945 panitia sembilan menghasilkan Piagam Jakarta  yang memuat rumusan negara dengan sila pertama yakni:

              “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”

Dalam Buku ajar” pancasila “. Repository. Unikama. Ac. Id, 1-101. Adi, P. (2015). Sidang   kedua BPUPKI tanggal 10-17 Juli 1945 dengan pembahasan rancangan UUD, Rumusan Piagam Jakarta kemudian dikadikan pembukaan UUD, sedangkan batang tubuh UUD dalam perancangan panitia khusus. Sidang kedua ini, menghasilkan beberpa kesepakatan bentuk negara kesatuan, sistem pemerintahan presidensial dan bendera Merah Putih sebagai bendera negara.

Setelah BPUPKI dibubarkan tanggal 7 Agustus 1945, kemudian digantikan peranannya kepada Dokuritsu Junbi Iinkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang dikenal dengan PPKI. PPKI memiliki tugas melanjutkan hasil kerja BPUPKI, Menyusun segala hal yang berkaitan dengan tata negara dan pemindahan kekuasaan dari kekaisaran Jepang dan mengesahkan dasar negara dan konstitusi (UUD). Lalu pada 17 Agustus 1945 diproklamasikanlah kemerdekaan Indonesia. Sementara itu selama didirikan PPKI melangsungkan beberapa sidang.

Sidang pertama 18 Agustus 1945 memutuskan

1.       Soekarno-Hatta dipilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

2.       Pengesahan UUD 1945 sebagai konstitusi negara dan menjadi acuan dalam peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia.

3.       Membentuk Komite Nasional untuk membantu presiden dan wakil presiden, karena belum ada DPR dan MPR.

Pada tanggal 18 Agustus 1945 ini pula Rumusan dasar negara yang diubah adalah sila pertama yang semula berbunyi ”Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dengan hal tersebut, rumusan dasar negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang ditetapkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945 adalah sebagai berikut.

  1.   Ketuhanan Yang Maha Esa.
  2.    Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3.   Persatuan Indonesia.
  4.  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan       perwakilan.
  5.  Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Yang saat ini kita peringati, tentunya lima sila ini bukan hanya dijadikan sebagai teks semata. Tetapi perlu kita ilhami dalam segala aktivitas kita dalam berorganisasi, bermasyarakat dan bernegara.

Kemudian dalam buku Pancasila: Senarai Isu-Isu Strategis Hidayat, A. S. (2023). Sidang kedua 19 Agustus 1945 memutuskan

1.       Membentuk Indonesia menjadi delapan provinsi yakni:

·       Sunda Kecil dengan gubernur I Gusti Ketut Pudja Suroso

·       Jawa Barat dengan gubernur Sutarjo Kartohadikusumo

·       Jawa Tengah dengan gubernur R Panji Suroso

·       Jawa Timur dengan gubernur RA Suryo

·       Sumatera dengan gubernur Teuku Mohammad Hassan

·       Kalimantan dengan gubernur Ir Pangeran Mohammad Nor

·       Maluku dengan gubernur Dr G SSJ Latuharhary

·       Sulawesi dengan gubernur Mr J Ratulangi

2.       Pembentukan Komite Nasional Daerah untuk ditempatkan di tiap-tiap provinsi yang ada.

3.       Pembentukan departemen dan penetapan menterinya. Terdapat 12 departemen dengan menteri dan empat menteri negara non-departemen sebagai berikut:

·       AA Maramis (Keuangan)

·       Abikusno Tjokrosujoso (Perhubungan)

·       Prof Dr Mr Soepomo (Kehakiman)

·       Ki Hajar Dewantara (Pengajaran)

·       Abikusno Tjokrosujoso (Pekerjaan Umum)

·       Mr Achmad Soebardjo (Luar Negeri)

·       RAA Wiranata Kusumah (Dalam Negeri)

·       Mr Iwa Kusuma Sumantri (Sosial)

·       Dr Buntaran Martoatmojo (Kesehatan)

·       Ir Surachman Tjokroadisurjo (Kemakmuran)

·       Soeprijadi (Keamanan Rakyat)

·       Mr Amir Syarifudin (Penerangan)

·       R Otto Iskandardinata (non-departemen)

·       Wachid Hasjim (non-departemen)

·       Mr R M Sartono (non-departemen)

·       Dr M Amir (non-departemen)

Sejak ditetapkan 18 Agustus 1945 pancasila tentu resmi menjadi dasar falsafah negara dan ideologi negara. Pacasila sebagai dasar mencerminkan bahwa ia bukan sekedar konsep politis tetapi jauh menyentuh terhadap filosofis akar budaya, nilai lihur serta sejarah perjuangan bangsa. Demikian pancasila sebagai  ideologi bangsa karena ia dapat dijadikan landasan hukum, etis dan moral bagi penyelenggaraan bermasyarakat, nerbangsa dan bernegara. Pacasila juga tidak lekang oleh berbagai peralihan kekuasaan dan rezim.  

Sejak orde lama, orde baru hingga reformasi hari ini pancasila terus menerima tantangan mulai dari intoleransi, radikalisme, praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme hingga urusan globalisasi dan artificial intelligence (AI). Pacasila akan tetap eksis ketika kita mampu mengoptimalkannya sebagai masyrakat, sebgai organisasi dan sebagai bangsa serta negara untuk terus menjaga keutuhan nilai yang terkandung didalamnya yakni nilai spiritualitas dan toleransi, nilai moralitas, kesetaraan dan Hak Asasi Manusia, nilai nasionalisme, cinta tanah air dan kerukunan, nilai demokrasi, musyawarah dan kebijaksanaan, nilai kejehteraan, gotong royong dan keseimbangan hak dan kewajiban.


Oleh: Ahmad Raziqi*Sekretaris PAC GP Ansor Sumberwringin 2024-2026
Editor: Tim Redaksi

GP Ansor PAC Sumberwringin Bondowoso Luncurkan Website Berbasis Pelayanan Digital, Gandeng Abu Nawas Internasional


 Bondowoso — Transformasi digital kini tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons oleh setiap organisasi yang ingin tetap relevan, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan yang efektif kepada masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, secara resmi meluncurkan website berbasis pelayanan digital melalui domain www.ansorraung.com sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi dan perluasan akses pelayanan publik berbasis teknologi.

Peluncuran platform digital ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan GP Ansor PAC Sumberwringin menuju organisasi modern yang mengintegrasikan nilai-nilai pengabdian dengan perkembangan teknologi informasi. Website tersebut dirancang bukan sekadar sebagai etalase kegiatan organisasi, melainkan sebagai pusat layanan digital (digital service center) yang menjadi media informasi, dokumentasi, komunikasi organisasi, serta penguatan interaksi antara kader dan masyarakat.

Program ini terealisasi melalui kerja sama strategis dengan Abu Nawas Internasional, khususnya melalui Divisi Siber, yang selama ini bergerak dalam bidang pengembangan sistem digital, teknologi informasi, serta transformasi layanan berbasis teknologi.

Dalam konteks perkembangan masyarakat digital saat ini, keberadaan platform organisasi yang terintegrasi menjadi instrumen penting dalam membangun tata kelola yang lebih transparan, cepat, terukur, dan terdokumentasi. Digitalisasi organisasi juga dipandang sebagai langkah untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus memperkuat legitimasi organisasi di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin berbasis teknologi.

Ketua PAC GP Ansor Sumberwringin, Junaidi, S.Pd.I, menyampaikan bahwa inisiatif peluncuran website ini lahir dari kebutuhan nyata organisasi untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memperkuat kultur administrasi dan komunikasi yang lebih modern.

“Kami memandang bahwa organisasi hari ini tidak cukup hanya aktif secara kegiatan, tetapi juga harus hadir secara sistem dan pelayanan. Website ini merupakan bentuk keseriusan GP Ansor PAC Sumberwringin dalam membangun organisasi yang responsif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai khidmah yang selama ini menjadi fondasi gerakan Ansor.”

Menurut Junaidi, transformasi digital yang dilakukan bukan bertujuan menggantikan hubungan sosial yang selama ini menjadi ciri khas organisasi kemasyarakatan, melainkan memperkuat efektivitas kerja dan memperluas jangkauan manfaat.

“Kami ingin masyarakat dan kader dapat mengakses informasi secara cepat, memperoleh dokumentasi kegiatan secara terbuka, serta menjadikan platform ini sebagai ruang kolaborasi dan penguatan gerakan. Digitalisasi bukan sekadar modernisasi tampilan, tetapi modernisasi cara melayani,” tegasnya.

Lebih lanjut, website tersebut dikembangkan dengan orientasi jangka panjang sebagai infrastruktur organisasi yang mampu berkembang secara bertahap sesuai kebutuhan pelayanan. Ke depan, platform ini direncanakan tidak hanya memuat informasi dan publikasi kegiatan, tetapi juga diarahkan pada integrasi administrasi organisasi, pengelolaan data kader, layanan surat-menyurat, hingga penguatan dokumentasi digital.

Sementara itu, Gus Nurul Jamal Habaib, S.H., M.H. selaku C.E.O Abu Nawas Internasional, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kontribusi sektor teknologi dalam mendukung penguatan organisasi kemasyarakatan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia menegaskan bahwa Abu Nawas Internasional melalui Divisi Siber memang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang teknologi informasi, pengembangan sistem, serta transformasi layanan digital, sehingga kolaborasi ini dibangun dengan pendekatan profesional dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Kami meyakini bahwa masa depan organisasi akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan mengelola informasi dan membangun sistem yang efektif. Karena itu, digitalisasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian dari strategi organisasi. Abu Nawas Internasional melalui Divisi Siber hadir untuk memastikan proses transformasi ini tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga memiliki arah dan kebermanfaatan jangka panjang.dan kami implemantisan dalam wujud layanan pada website ini berupa GP ANSOR Care  yang akan ter-integrasi dengan Handphone Pengurus secara realtime”

Menurut Gus Nurul Jamal Habaib, penerapan teknologi dalam organisasi harus ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat nilai pengabdian, bukan menggantikannya.

“Teknologi tidak boleh menjauhkan organisasi dari masyarakat. Justru teknologi harus menjadi sarana untuk mempercepat pelayanan, memperluas akses, memperkuat transparansi, dan meningkatkan kualitas pengabdian. Ketika sistem dibangun dengan baik, maka energi organisasi dapat lebih fokus pada gerakan dan kebermanfaatan.”

Kolaborasi antara GP Ansor PAC Sumberwringin dan Abu Nawas Internasional ini juga dipandang sebagai model sinergi antara organisasi kepemudaan dan sektor teknologi yang dapat direplikasi oleh berbagai lembaga sosial maupun organisasi kemasyarakatan lainnya.

Dengan hadirnya www.ansorraung.com, GP Ansor PAC Sumberwringin menegaskan komitmennya untuk bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas sebagai organisasi kader yang berakar pada nilai keagamaan, kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Peluncuran website ini sekaligus menjadi simbol dimulainya fase baru organisasi: lebih terbuka, lebih terhubung, lebih profesional, dan lebih siap menghadapi tantangan era digital.

Mengusung semangat:

“Satu Langkah Menuju Transformasi Digital, Menguatkan Khidmah, Memperluas Manfaat.”

GP Ansor PAC Sumberwringin menegaskan bahwa pelayanan terbaik kepada umat tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran fisik, tetapi juga melalui inovasi dan keberanian membangun masa depan organisasi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Solidkan Barisan Lewat Turba 3 Matra, Pimpinan PC GP Ansor Bondowoso Memotivasi Totalitas Pengabdian serta Resmikan BUMA!

 

Dok. Kegiatan 
Bondowoso 16 Mei 2026, TURBA 3 MATRA PC GP Ansor bondowoso bersama peresmian usaha milik Ansor (BUMA) PAC GP Ansor Sumberwringin. Kegiatan turba yang dilakukan oleh pimpinan cabang GP Ansor bondowoso kepada tiga PAC yakni PAC GP Ansor sukosari, PAC GP Ansor Sumberwringin dan PAC GP Ansor Ijen. Turut hadir pada acara tersebut ketua Rois Syuriah MWC NU Sumberwringin Ustadz Rosyidi serta Pengurus MWC NU sukosari,Pengurus Wilayah Rijalul Ansor Jawa Timur, jajaran pimpinan cabang baik dari ansor, Rijalul Ansor dan Banser, Sahabat Mas Didik sekalu Dewan Perwakilan Rakyat, Gus Habaib Selaku LBH PC NU Bondowoso dan segenap sahabat PAC GP Ansor, Banser dan rijalul Ansor Sumberwringin serta sukosari. 

Acara dimulai dengan pembacaan istighotsah bersama, kemudian dibuka oleh master of ceremony kemudian dilengkapi tawassul oleh Ketua Rois Syuriah MWC NU Sumberwringin Ustadz Rosyidi. Kemudian di lanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, menyanyikan lagu hubbul wathon serta mars Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Kemudian acara dilanjutkan sambutan ketua PAC GP Ansor Sumberwringin sahabat Junaidi 

"meskipun dengan tertatih-tatih, BUMA PAC GP ansor sumber wringin ini didirikan, sebagai wujud ikhtiar kemandirian ekonomi, kita harus bersama-sama bahu membahu kedepannya agar PAC GP Ansor Sumberwringin mampu mandiri secara ekonomi melalui BUMA ini, kita harapkan BUMA tidak hanya sebatas seremonial belaka, tetapi terus bisa berkelanjutan"  Pungkasnya

Kemudian acara dilanjutkan sambutan ketua dari Pimpinan Cabang GP Ansor Bondowoso, yang menjabarkan panjang lebar maksud serta tujuan adanya turba trimatra malam hari ini dilaksanakan. 

"Saya sangat kagum dan terkesan dengan sahabat-sahabat Ansor Sumberwringin, acara ini begitu meriah dan paling meriah dibandingkan dengan Turba-turba ke PAC lain, apalagi ini dibarengkan dengan peresmian BUMA, sebagai bentuk kemandirian ekonomi dan hal ini juga menjadi harapan besar program strategis dari pimpinan pusat GP ansor bahwa kemandirian ekonomi itu adalah program periorotas organisasi " Ujar Fathor Rozi selaku ketua PC GP Ansor Bondowoso. 

Selain itu sahabat Fathor Rozi juga menjelaskan bahwa turba trimatra merupakan, turba ketiga elemen

 "turba trimatra ini, merupakan acara dari Ansor itu sendiri, kemudian Banser dan Rijalul Ansor. Hal ini dimaksudkan untuk memfilter isu masa lalu Akibat ulah seorang oknum yang akhirnya mendegradasi spirit perjuangan sahabat-sahabat Ansor. Bagi saya hal itu bukan musibah, tetapi merupakan ujian untuk menambah totalitas kita terhadap pengabdian di Ansor dan Jam'iyah Nahdlatul Ulama'" Tambahnya. 

Dok. Foto pribadi

Selain itu dengan sesi sambutan panjang ketua PC GP ansor bondowoso juga menjadi penghubung program periorotas pimpinan pusat dan pimpinan wilayah Jawa Timur terkait empat pilar kekuatan

 "pertama soal penguatan jenjang kaderisasi, kedua penguatan kemandirian ekonomi, ketiga penguatan penguasaan teknologi dan keempat penguatan cyber. Karena hari ini perjuangan Ansor bukan menghadapi peluru. Tetapi membentengi masyarakat dan para Ulama' NU dari serangan-serangan narasi negatif dari kelompok yang tidak senang terhadap eksistensi Jam'iyah Nahdlatul Ulama'".

Kemudian acara dilanjutkan boleh Gus Habaib. Dengan gaya yang humoris dan jenaka, gus Habaib memulai sambutan dengan pantun dan beliau juga memberikan suntikan aset bagi BUMA PAC GP Ansor Sumberwringin berupa wifi portable. Beliau juga memberikan suntikan spirit perjuangan kepada kader-kader Ansor supaya iklas berjuang dan mengorbankan baik materi, tenaga maupun waktu kepada Nahdlatul Ulama'. 

"Kita do'a bersama semoga BUMA para pengurus dan sahabat-sahabat yang hadir di acara ini diberikan kesehatan dan keberkahan dari Allah SWT".

Dok. Foto pribadi

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh ketua PC GP Ansor bondowoso sebagai simbol peresmian BUMA PAC GP Ansor Sumberwringin. Acara kemudian ditutup pembacaan doa oleh gus Matlubur Riski sebelum membacakan doa beliau berpesan 

"mari kita hadiahkan terlebih dahulu tawassul kepada para muasis Nahdlatul Ulama' utamanya wilayah sukosari dan Sumberwringin yang dulu banyak ulama' yang berjuang mengabdikan dirinya untuk Nahdlatul ulama'" Ujar beliau.

Pembacaan doa dibacakan dengan penuh khusuk dan khidmat. Acara kemudian dilanjutkan penutup oleh MC dan dilanjutkan ramah tamah. 

Video dokumenter:



Reporter : Humas PAC GP Ansor Sumberwringin

Editor: Humas PAC GP Ansor Sumberwringin

Wujud Khidmah Nyata, Banser Sumberwringin Bersinergi dengan Muspika Kawal Keberangkatan Tamu Allah

Dok. Foto pribadi
Sumberwringin 12 Mei 2026, Semangat pengabdian ditunjukkan oleh puluhan kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) PAC GP Ansor Sumberwringin. Pada Selasa sore (12/05/26), mereka menggelar apel kesiapsiagaan dalam rangka pengawalan dan pengamanan pemberangkatan jamaah haji KBIHU MWC NU Sumberwringin, Bondowoso.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 16.30 WIB ini tidak hanya melibatkan unsur internal Ansor, tetapi juga dilakukan secara terintegrasi melalui koordinasi erat bersama unsur Muspika Kecamatan Sumberwringin. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi pelepasan jamaah berjalan khidmat dan lancar.

Apel persiapan dipimpin langsung oleh Sahabat Junaidi, Ketua PAC GP Ansor Sumberwringin. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kehadiran Banser di tengah masyarakat adalah instruksi organisasi untuk selalu hadir memberikan manfaat, terutama dalam momen sakral seperti pemberangkatan haji.

Ini adalah wujud pengabdian nyata kita kepada masyarakat, khususnya kepada para tamu Allah dari KBIHU Kecamatan Sumberwringin. Keamanan dan kenyamanan jamaah adalah prioritas utama kita sore hingga malam nanti," tegas Sahabat Junaidi.

Dok. Foto Pribadi

Usai apel, puluhan personel Banser langsung disebar ke sejumlah pos di titik-titik jalan yang diprediksi akan mengalami kepadatan. Beberapa tugas utama tim di lapangan meliputi: Mengatur kendaraan pengantar agar tidak terjadi kemacetan di jalur utama. Membantu pihak keamanan dari Muspika dalam menjaga area titik kumpul jamaah. Membantu jamaah lansia serta penataan barang bawaan ke dalam armada.

Sesuai jadwal yang telah disusun, rombongan jamaah haji KBIHU MWC NU Sumberwringin dijadwalkan bertolak dari titik keberangkatan menuju Kabupaten Bondowoso pada pukul 20.00 WIB. 

Kehadiran Banser dan sinergi bersama aparat pemerintah setempat diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi keluarga yang melepas maupun bagi jamaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Dengan pengawalan ketat ini, diharapkan prosesi keberangkatan dapat berjalan sukses tanpa kendala berarti.

Reporter: Humas PAC GP Ansor Sumberwringin

Editor: Humas PAC GP Ansor Sumberwringin


PAC Ansor Sumberwringin: Siapkan BUMA, Turba Tri Matra, hingga Pengawalan Haji

Dok. Foto pribadi
Sumberwringin, Sabtu 9 Mei 2026. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Sumberwringin kembali menggelar kegiatan rutin Malam Ahad di Markas MWC NU Sumberwringin. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang spiritualitas, tetapi juga momentum strategis dalam menyambut agenda besar organisasi dan pengabdian masyarakat.

Spiritualitas sebagai Fondasi

Acara dibuka dengan khidmat melalui pembacaan:

 Rotibul Haddad

 Sholawat Nariyah

 Sholawat Syifa

 Hizib Alam Taro

Rangkaian dzikir dan doa ini dipanjatkan sebagai benteng spiritual bagi para kader dalam menjalankan khidmah di tengah masyarakat, yang kemudian ditutup dengan doa bersama.

Persiapan Turba Tri Matra & Launching BUMA

Dalam sambutannya, Ketua PAC GP Ansor Sumberwringin, Sahabat Junaidi, memaparkan agenda penting terkait rencana Turba Tri Matra (PC GP Ansor, PC Rijalul Ansor, dan PC Banser Bondowoso). Agenda besar yang mencakup wilayah Sukosari, Sumberwringin, dan Ijen tersebut dijadwalkan akan dipusatkan di Kecamatan Sumberwringin pada 16 Mei 2026.

Menariknya, momentum Turba tersebut juga akan menjadi saksi sejarah dengan diluncurkannya Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) PAC GP Ansor Sumberwringin yang diberi nama "Cafe NUngkrong: NU Onggu Makerrong"

"BUMA ini adalah langkah nyata kita menuju kemandirian ekonomi organisasi. Kami ingin Ansor tidak hanya kuat secara kaderisasi, tapi juga berdaya secara finansial melalui unit usaha kreatif," tegas Sahabat Junaidi.

Sinergi Pengawalan Jamaah Haji 2026

Selain agenda internal, Sahabat Junaidi melakukan follow-up terkait keterlibatan kader Ansor, Rijalul Ansor, dan Banser dalam suksesi pemberangkatan jamaah haji tahun 2026. Titik pemberangkatan akan dipusatkan di Kantor MWC NU Sumberwringin.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus untuk merapatkan barisan dan memperkuat koordinasi dengan pihak-pihak terkait, mulai dari Panitia pemberangkatan Haji, Pengurus MWC NU, hingga aparat TNI dan Polri.

"Saya menghimbau segenap sahabat-sahabat untuk bersatu padu. Ini adalah tugas mulia. Kita harus memastikan tamu-tamu Allah berangkat dengan aman dan nyaman melalui koordinasi yang solid dengan kepolisian dan TNI," tambahnya.

Kegiatan rutinan ini diakhiri dengan pesan penutup dari Sahabat Junaidi yang menekankan pentingnya loyalitas dan totalitas dalam menjalankan instruksi organisasi demi kemaslahatan umat di Sumberwringin.

Reporter: Humas PAC GP Ansor Sumberwringin

Editor: Humas PAC GP Ansor Sumberwringin